Wherever you are is the place i belong

            Hi, ini tempat ku yang baru setelah beberapa saat kemarin "tempat" yang aku biasa datangi lumayan berantakan dan sampai sekarang belum bisa dikatakan telat diperbaiki. "Tempat" itu ruangnya sedikit, tapi di dalamnya menyimpan beribu cerita dan makna yang luar biasa, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa apa yang selalu dirasakan luar biasa, bisa jadi biasa - biasa saja pada akhirnya. Mungkin belum waktu ku untuk merasakan semuanya menjadi biasa, dan aku percaya akan ada fase dimana sesuatu yang dirasa juga akan dirasakan suatu saat nanti walau mungkin bukan kita orangnya. Aku tidak pernah berniat untuk merusak "Tempat" itu, sebesar apapun berat volume yang mengisi ruang "Tempat" itu sampai akhirnya pecah dan menghamburkan puing - puing tembok "Tempat" tersebut. Aku adalah aku, aku tau kelemahanku yang mungkin bisa saja kelemahan itu adalah pengaruh yang besar untuk menghancurkan "Tempat" itu sendiri tanpa aku sadari atau tanpa aku sengaja. Aku bahkan sulit membenarkan diri ketika aku merasa bahwa sebenarnya akupun pantas menjadi tembok pelapis dari tembok yang hampir hancur sampai akhirnya betul - betul hancur. Apalagi kata lain dari sudah tidak ada guna nya?

            Aku bahkan tidak tega membayangkan kehancuran "Tempat" itu, membayangkan tergeletaknya puing - puing cerita dan makna yang luar biasa di dalamnya. Tapi situasi di dalam "Tempat" itu memaksa aku untuk sudah harus siap apabila harus kehilangan dan tidak akan ada pengganti "Tempat" itu lagi. Aku dipaksa berfikir untuk seperti apa yang harus aku lakukan dalam membentengi diri ketika aku punya hasrat ingin lagi membenahi "Tempat" itu walaupun sudah pasti tidak akan pernah terjadi. Mengapa? karena isi dari ruang "Tempat" itu sudah punya benteng sendiri - sendiri, kata lainnya? ruang "Tempat" itu sudah punya sekat. Selanjutnya, apa yang harus aku lakukan? tentu saja jalan satu - satunya jangan terlalu keras mendorong dirimu, kalau kamu merasa dirimu pantas atas suatu hal yang baik, hargai dirimu, mau sekeras apapun hasrat ingin mengunjungi "Tempat"itu tapi kalau kamu hanya dipandang sebagai suatu hal yang tidak mungkin lagi dapat memberi kekuatan dalam "Tempat" itu, lewati saja sesekali, dan cukup mendoakan bahwa segala yang telah terjadi di dalam "Tempat" itu membawa mu kian menjadi orang lebih kuat dari tembok "Tempat" itu sendiri. 

                            

Comments